Senin, 24 November 2014

Bingung Mulainya dari Mana





“Bingung mulainya dari mana...” 

Begitulah kalimat pertama yang aku utarakan ketika kamu memintaku untuk menulis lagi. Terlalu banyak yang ingin tertulis. Terlalu banyak yang tersimpan dan terpendam di hati. Mungkin sebagian kamu tahu. Sebagian lagi tidak. Begitu pula aku mengenalmu. Sebagian mengenali dan sebagian lagi masih jadi teka teki.

Dua tahun sudah berlalu. Di acara terspesial kita, kamu pun lupa dan aku tetap memelukmu dengan cinta. Ya, mungkin lelaki diciptakan bukan untuk mengingat hari kapan bersatunya dua cinta. Semoga saja kamu tercipta untuk mengingat setiap memori yang tercipta agar lupa bukan jadi suatu alasan cinta terhapus begitu saja. 

Aku ingat sebuah kalimat. Ketika kamu merasa kesal atau bahkan jenuh dengan pasangan, ingatlah momen terindah yang tercipta di antara kalian berdua. Itu yang selalu aku lakukan belakangan ini. Aku membuka setiap lembaran cerita indah kita. Melihat kembali bagaimana raut wajahmu tertawa. Bagaimana cemberut di wajahku tercipta karena keusilanmu yang tanpa jeda. Atau raut wajah lelah kita setelah seharian mencipta rasa. Namun di balik semua itu, ada cinta yang begitu erat terbentuk.

Aku ingat bagaimana tangan kita saling bepegangan erat meski kini masalah pegangan tangan jadi masalah pemecah di antara kita berdua. Aku ingat bagaimana perjuangan masing-masing dari kita untuk saling menjemput dekapan. Meski kini jarak yang dekat terasa jauh di mata. Pohon yang tinggi semakin kencang diterpa angin, bukan? Ya itulah yang aku tahu. Dan itu pula yang sedang terjadi di antara kita. 

Angin terlalu ribut menerpa kita. Bahkan aku masih menggigil menahan terpaan angin padahal aku sudah mendekap erat di pelukanmu. Semoga ini menguatkan kita. Semoga ini membuat rasa kita semakin terjaga. Semoga saja.

Minggu, 22 Juni 2014

10 Agustus 2011

Sulit memang jika kita mencintai seseorang yang belum mampu menerima kita apa adanya. Menjadi orang yang lebih baik adalah wajib tapi bagaimana bisa berubah kalo kita belum mampu memahami tahap perubahan itu sendiri. Perubahan yang didasari oleh keinginan sendiri akan mendatangkan hasil yang istimewa. Dan hasil yang istimewa tidak dihasilkan secara instant.

Semua butuh proses dan proses itu tidaklah mudah. Butuh kesabaran yang super ekstra. Apabila kita mampu memahami lebih dalam, hasil bukanlah yang utama dalam sebuah perubahan namun proseslah yang menentukan. Maka berubahlah untuk diri sendiri dan
mulailah semua dari hati bukan dari keinginan orang lain.



Sebuah Sajak dari Kaki Gunung

Sedang duduk di antara gunung sindoro-sumbing

Menikmati tembakaumu dan merasakan geliat petani menyiangi sayurnya

Angin sejuk mengajakku bergumam andai kehidupan seperti saat ini

Damai dan adil tanpa adanya saling bersaing.


Always Miss U !!!




RAISA - LDR

Ku teringat dalam lamunanRasa sentuhan jemari tanganmuKu teringat walau telah pudarSuara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintangTanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berartiAkan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku
Ku teringat walau telah pudarSuara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintangTanpamu hampa yang ku rasa
Seandainya jarak tiada berartiAkan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku
Terbit dan tenggelamnya matahariMembawamu lebih dekatDenganmu langitku berbintangDenganmu sempurna ku rasa
Seandainya jarak tiada berartiAkan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku
(seandainya jarak tiada berarti)Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap sajaSeandainya sang waktu dapat mengertiTakkan ada rindu yang terus menggangguKau akan kembali bersamaku

Menepilah dulu

Romantis itu bukan saat sepasang kekasih lagi bbman, chatingan, smsan, telpon - telponan, dll

tapi saat dua insan diam-diam saling mendoakan kebaikan tanpa tahu satu sama lain.

Kita begitu jauh, lantas kalau tidak dengan doa, dengan air mata mana lagi aku harus memelukmu

aku nggak suka membuat kamu menangis sayang

hal yg membuat q merasa bahwa aq menjadi gak pantas untukmu

Kalaupun tidak sedang saling, satu diantara kita pasti sedang merindu. 

Ingin menyapa dan bertemu.

Lalu membicarakan langit yang begitu biru atau sekedar menikmati senja yang kian sendu. 

Tapi apa daya, ternyata rindu juga perlu jeda.

Agar hati tetap terjaga.


Ini yang pernah kau tuliskan di dalam hatiku. Meminta jeda agar rindu terus terjaga??
Jarak di antara kita sudah menimbulkan jeda di antara kita berdua. Dan kini kebisuanmu semakin membuat jeda itu semakin lama..
Lelahkah kau denganku? Menepilah di kesunyian hatimu sendiri. Tanyakan pada hatimu, adakah cinta yang dulu kau tanam hanya untukku? Masih adakah rindu yang dialamatkan hanya untuk aku? Atau kau baru sadar, bukan aku yang kamu cari selama ini??

inikah akhir cerita cinta?

Sore ini aku melangkahkan kaki ke ujung pantai di dekat rumahku. Sudah berbulan-bulan lamanya aku tak menyapa seseorang di ujung sana yang menenangkan hatiku di kala gundah. Seseorang yang member tawa dalam hatiku yang gelisah. Aku melangkah sambil melompat riang menginjakan kaki di bawah daun kering yang berwarna coklat. Ah, coklat warna kesukaanku.

Aku melirik jam tangan lusuh pemberian ayah di pergelangan kiri tanganku. Masih ada waktu satu menit sebelum akhirnya bertemu. Aku memilih tempat yang sama, di waktu yang sama untuk menunggu orang yang sama. Sesekali kakiku memainkan riak ombak yang menari-nari liar di betisku. Setiap detik semakin liar dan terus menjadi ribut.

Aku mengangkat kaki dari ciuman ombak. Firasatku memburuk. Tidak biasanya ombak kejam seperti itu. Tapi biarlah, mungkin dirinya sedang gundah dan ingin menghempaskan emosinya hari ini. aku melipat kakiku silang. Sambil bersiul pelan berusaha mematikan waktu yang terus meneriakan kebosanan. Aku kembali menatap pergelangan kiri tanganku. Jarum jam begitu cepat berlalu dan seseorang yang kutunggu tak kunjung datang. Angin berteriak padaku. Siapa yang aku tunggu selama ini? aku menjawab dalam kesedihan. Aku menunggu senja, pangeran di ujung pulau sana. Angin mengabarkan ada perayaan besar di pulau seberang dan kemungkinan senja datang itu pun kandas. Aku pulang membawa tangan hampa. Aku pulang membawa kembali ceritaku yang ingin kutumpahkan padanya. Karena entah emngapa hanya dengan senja aku mampu berceriita segala hal. Tentang apa yang terjadi padaku, keseharianku, hingga perasaanku yang semakin melekatkan namanya.

Keesokan harinya aku melakukan hal yang sama. Menunggu di tempat yang sama, di waktu yang sama dan menanti kedatangan orang yang sama. Ombak sedikit membisu kali ini. bahkan tak berani menari di kakiku yang sudah terjulur di dekatnya. Sambil bersiul dalam suara yang semakin kecil, seekor ikan mendekatiku heran. Siapa yang aku tunggu selama ini? aku menjawab bahwa aku menunggu senja, pangeran di ujung pulau sana. Ikan itu berkata, bahwa pangeran itu sedang mengembara ke pulau lain. Titah dari sang raja. Aku terdiam. Menelan ludahku sendiri yang sudah kering.

Hatiku mulai bertanya namun masih kusimpan pertanyaan untukku senndiri. Dan pulang adalah pilihan terbaik untuk menenggelamkan diriku dari rasa khawatir yan menggebu. Kejadian ini terus berulang hingga 2 bulan kemudian. Aku kembali menunggu dan kali ini ombak berteriak padaku. Untuk apa kau menunggu? Senja yang dulu kau impikan tak akan datang kembali padamu. Kau terlalu ribut, terlalu banyak meminta, terlalu banyak menuntut. Senja bosan denganmu.

Aku tertunduk menahan air mata dari dua bulan lalu. Adakah aku kembali menerima kepahitan yang selalu kuhindari? Adakah pertanyaan yang selalu kutakutkan bahwa aku tak semenyenagkan seperti yang ia harapkan? Benarkah aku bukan wakita yang membuatnya nyaman?

Ketakutan ini datang juga. Bahwa aku tak pantas mendapatkan cinta dari siapapun. Cinta dari lelaki di desaku bahkan hingga ke pulau seberang. Aku hanya akan menua sendiri dalam pekatnya malam dan rambut yang terus beruban.

Kali ini aku memutuskan untuk tak pulang. Aku menunggu hingga cahaya jingga menghilang dalam pekatnya malam. Membiarkan diriku dalam tangis yang tak berkesudahan. Inikah akhir cerita cintaku?

Inikah akhir cerita cinta
Yang selama ini aku banggakan di depan mereka

Entah dimana kusembunyikan rasa maluu

Rabu, 23 April 2014

bukan tentang air mineral atau relationship

Selarut ini aku masih terjaga dan belum mampu tertidur. Ditemani oleh sebotol air mineral yang entah sehat atau tidak (belakangan banyak kontoversi mengenai air mineral). Dengan lagu-lagu 2014 terbaru yang aku colong dari dokumennya music director di radio tempat aku menyalurkan omongan gak jelas yang aku punya. Ya meskipun kadang ngomongnya itu-itu aja karena cuma requestan lagu. Coba aja request makanan atau request cari pacar. Ah pacar??? Kenapa saya selalu suka membicarakannya. Tapi stoppppp!! Malam ini saya berjanji untuk tidak menuliskannya. Bukan karena mau menghindar dari tema yang selalu menggelitik ini tapi cuma bentuk lampu kuning karena ditinggal tidur oleh pacar berkali-kali.

Oke, beberapa hari yang lalu baru aja ikut pelatihan online dengan salah satu editor kesukaanku. Enggak tahu karena yang paling kenal cuma dia doang, apa karena dia yang paling baik selama ini yang aku kenal. Ah, lupakan. Tapi yang jelas, aku masih punya PeEr satu buah cerpen dengan 10.000-11.000 cws. Yang biasanya kalo otak ini lagi lancar jaya bisa diselesaikan dalam waktu satu jam saja. Tapi ini sudah tiga hari dan tidak ada sedikit pun ide yang lewat di otak. Alhasil saya curcol disini aja. enggak butuh dilihat juga karena cuma mau nulis. Ya buat yang lihat dibaca aja ya. Enggak perlu dikomen apalagi di like karena ini bukan fesbuk ataupun diretweet kayak cap burung biru itu.


Aku udah coba dengan gaya orang lain. Agak dibuat lucu di pembuka cerita tapi langsung mati gaya setelah dua kalimat. Karena itu bukan gue banget coyyy. Aku tetap dengan tulisan yang selow mellow. Agak sedikit sedih dan agak berat tulisannya. Mungkin genre dewasa meskipun aku masih unyu-nuyu. Enggak tahu kenapa lebih suka dengan genre yang itu. Entah karena keseringan baca tere liye yang bahasanya agak berat dibanding teenlit jaman sekarang atau karena udah lama gak baca teenlit karena keseringan baca tere liye (apa bedanya? L) akhirnya nulis begini aja deh cuma setengah menit tapi udah banyak. Mungkin karena tulisannya ngasal atau karena curhat karena enggak ada lagi pundak yang kosong (butuh pundak woyyy)

Jumat, 18 April 2014

aku benci barang haram itu


siapa yang enggak bahagia bertemu dengan kekasih yang jauh jaraknya. Hubungan jarak jauh bukanlah hubungan yang mudah. Untuk itu, sebuah pertemuan sebaiknya dimanfaatkan dengan baik masing-masing pasangan untuk saling mengungkapkan rindu yang menggebu. Tapi apa jadinya jika ketika pertemuan yang dinanti tiba bukanlah tawa yang ada melainkan air mata? Apa rasanya jika di detik-detik penantian sebuah imajinasi liar bermain akan sebuah ucapan manis dan saling memuji malah yang keluar adalah makian dan caci?

Jawabannya hanya satu yaitu menyakitkan. Entah sudah berapa banyak air mata yang harus terbuang sia-sia ketika kamu menyia-nyiakan pertemuan yang kita impikan ini. Pertemuan yang menjadikan sulit tidur dan wajah senyum senyum sendiri. Sayangnya, semua itu hanyalah mimpi. Lagi-lagi aku bermimpi bisa menghabiskan waktu sepenuhnya tawa denganmu. Selalu ada tangis, selalu ada rasa kecewa, dan selalu ada hati yang terluka. Entah apa yang ada di pikiranmu saat kau melukai hatiku lagi dan lagi. Entahlah. Aku gak pernah tahu dan gak pernah bisa menebaknya.

Kamu tahu, aku ingin kamu bahagia. Kamu tahu, aku hanya ingin kamu sehat sampai tua. Kamu tahu, aku hanya ingin kamu bermanfaat entah untuk dirimu sendiri atau pun orang lain. Tapi rasanya keinginanku itu sulit sekali tercapai. Kamu selalu menolaknya, selaltu tak mengindahkannnya, selalu acuh. Bukankah sudah banyak iklan, artikel, bahkan berita lainnya tentang bahaya merokok? Bukankah kamu juga sudah tahu persis buruknya jika kau mencintai kegiatan itu? Tapi kenapa masih kau lakukan?

Aku tidak ingin mencampuri pribadimu. Aku tidak ingin membatasi dirimu. Aku hanya ingin kamu mencintai dirimu sendiri karena dengan begitu aku sadar kamu bisa mencintaiku dengan baik. Kalau dengan dirimu sendiri yang setiap hari kamu bawa dan rasakan tidak kamu cintai, lalu bagaimana dengan aku yang jauh darimu? Bagaimana dengan aku yang bahkan kamu masih menebak-nebak bagaimana aku sebenarnya?
Bukankah kamu tak ingin melihatku menangis? Bukankah kamu jengah dengan setiap amarahku? Tapi kenapa selalu kau buat hatiku sakit? Senangkah kamu sebenarnya dengan hatiku yang semakin hari semakin rusak karena ulahmu? Huft..


Kalau kamu ingin aku berhenti menasihatimu. Ingin aku berhenti menceramahimu tentang kesehatan. Aku akan berhenti. Itu berarti aku akan mengurangi rasa cintaku karena cinta itu berarti peduli. Karena cinta itu berarti mengasihi. 

Rabu, 11 Desember 2013

kenapa sih harus weekend??

Kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan waktu berharga kamu? Buat aku itu menyakitkan. Ya, aku telah kehilangan banyak waktuku. Waktu menjelajahi alam setiap weekend, waktu berkumpul komunitas setiap weekend, waktu jalan-jalan sekedar cuci mata pas weekend. Argghhh, kenapa semua harus dilakukan setiap weekend sih? Jawabannya sebenarnya gampang. Karena Cuma waktu itu doang, semua orang bisa berkumpul dan memiliki waktu luang.

Tapi tunggu deh. Coba pikirin jika kalian kehilangan waktu yang setiap orang lain itu punya? Gimana rasanya? Waktu yang semestinya bisa kamu manfaatin buat kumpul sama banyak komunitas? Waktu yang bisa kamu gunakan untuk kumpul sama temen sekedar cuci mata atau waktu buat naik gunung dan menjelajahi waktu yang lainnya? Aku ngerasa waktuku terenggut semua. Aku yang harus merelakan weekendku untuk sekedar mengumpulkan pundi-pundi uang yang tidak seberapa hasilnya.

Kamu tahu apa yang paling membuatku sedih? Aku terlihat amat bodoh sekarang. Aku terlihat yang paling cupu. Terlihat yang paling tidak dewasa dan terlihat yang paling tersingkirkan di antara temanku yang lain. Semua karena waktuku bersama mereka hilang begitu saja.

Sebenarnya aku bisa saja memilih untuk tidak kehilangan waktu luangku. Tapi, aku akan terlihat lebih egois dari yang lain. Aku akan meninggikan kepentinganku di atas kepentingan orang lain. Lalu, apa aku masih terlihat tidak dewasa dengan alasan ini? Ah, sungguh ini menyulitkan. Dari sekian dampak yang terjadi akibat aku kehilangan waktu berhargaku adalah aku tidak dewasa dan semakin terlihat seperti anak kecil karena jarang kumpul sama orang banyak. Aku terlihat kekanak-kanakan karena tak meluangkan waktu untuk sekedar sharing dengan yang lain. ya, udah sih kalo kumpul please pake banget jangan weekend. enggak ngerti apa gue gak ada waktu??? arggghhh.. gak ada yang sependapat gue.

Aku pikir aku terkadang sharing, berbagi pengalaman dan banyak hal lainnya menggunakan media yang lain tanpa pertemuan. Tapi kenapa aku masih terlihat seperti anak kecil? Ah, ini sungguh menyebalkan. hei, mungkin aku memang tidak sedewasa yang kamu pikir. Menyesalkah???

Minggu, 08 Desember 2013

ini perasaan menggebu yang sudah lama aku nantikan

Hari ini gue rasanya gak mau berhenti menulis. Kayak ada perasaan yang terus menerus menghantui kalo apa yang sekarang terlintas tidak langsung dituliskan. Itu kenapa saat video call gue dengan temen gue yang lagi volunteer di Poland berakhir pengen rasanya gue nambahin lagi tulisan gue untuk malam ini.

First of all, temen gue itu canggih menurut gue. Karena dengan hanya memanfaatkan kenekatannya dalam suatu perjalanan dia sekarang bisa berada di Poland dan jadi volunteer serta mengajar di sana selama 10 bulan. Gue yang officially anak sastra inggris dan butuh ketemu dengan banyak bule pengen banget mengikuti jejaknya dia. Secara dengan ketemu orang bulenya langsung gue bisa lebih melancarkan bahasa gue yang semrawut abis.

Nah setelah ngobrol sedikit keinginan gue untuk keluar negeri menjadi volunteer semakin besar. Secara kemampuuan bahasa lo bagus atau tidak enggak pernah mempengaruhi penilaian mereka. dan elo bakalan berangkat tanpa mengeluarkan uang sepesr pun karena mereka yang akan membiayai hidup lo di sana dari penginapan sampe saku dan yang terpenting biaya flight dari sana ke sini dan sebaliknya. Itu yang terpenting karena mahalll..

Gue pengen banget. Sumpah, tapi harus merelakan waktu 10 bulan gue di Indonesia. Hohohoho…

Itu yang berat untuk masa sekarang. Karena gue yang masih berada di masa-masa kritis kalo gue bilang. Mau ditinggalin kuliahnya buat begitu terlalu sayang lantaran gue udah semester akhir. Jadilah, kalo beneran gue berkeinginan ke sana gue bakal ke sana setelah gue lulus. October hurry up to come. Gue pengen cepet-cepet berakhir dan menjalani hidup gue dengan sensasi yang lebih baru dan lebih menantang. Gue mau cepet-cepetan selesai kontrak kerja dan fokus sama kehidupan gue sebelum terjun ke dunia kerja meskipun kalo gue beneran jadi volunteer itu menjadi sebuah pekerjaan gue yang baru selama 10 bulan. Tapi yang jelas, gue bertekad harus mewujudkannya. Minimal sekali perjalanan volunteer. Setelah itu baru gue mikir kerja di Indonesia. Syukur-syukur gue dapet beasiswa gratis di sana dan terus ngelanjutin pengalaman hidup gue disana.


Nantilah gue cari tahu lebih lanjut kemungkinan untuk join. Segini dulu untuk perasaan yang menggebu ini. Bye…. ^^

Sabtu, 07 Desember 2013

unek unek gue tentang sepupu gue yang lagi mimpi

Lihat status seseorang tentang pengajaran gratis buat para yatim yang berasal dari keluarga mampu bikin gue inget salah satu sepupu gue yang dua bulan lalu dikabarin kabur dari pesantren. You know what his reason do it?? Dia pengen kerja yang bisa menghasilkan gaji satu juta. Eh berapa ya tepatnya? Gue lupa deh waktu itu nyokap ngomongnya nominal berapa. Yang jelas berita itu bikin gue langsung ngerasa kayak ketampar banget.
Gimana enggak? Gue adalah golongan dengan menolak putus sekolah sebelum selesai minimal SMA, apalagi alasannya karena pengen dapet gaji. And then, he is my cousin. Dan dia yang melakukan hal yang enggak gue suka. Gilaaaaaaa… Kejedot apa tuh sepupu gue sampe nekat melakukan hal kayak gitu. Masalahnya guys, sekolah yang kemarin dengan gilanya dia tinggalin adalah sekolah yang membebaskan dia dari biaya untuk mengenyam pendidikan lantaran dia yatim. Semestinya dia bisa bersyukur karena banyak anak-anak tidak mampu dan yatim yang pengen kayak dia. Mereka Cuma enggak punya link untuk ngasih tahu mereka bahwa ada sekolah yang bisa memberikan gratis pendidikan dari SD sampe SMA. Sedangkan dia?? Tepok jidat deh gue.
And then you know what? Pengajaran gratis yang gue lihat di status seseorang itu bakaln mengajarkan siswanya untuk belajar networking dari dasar sampe expert selama 6 bulan dengan syarat minimal lulusan SMA. Gilaaaaa, sepupu gue semestinya punya peluang besar andai aja dia meneruskan sekolahnya terlebih dahulu sampe SMA. Itu bakalan jadi pengalaman tak terlupakan. Apalagi kalo dia terpilih menjadi 5 orang anak yang bakal dibiayai kuliahnya sampe lulus dan bisa kerja sambil kuliah. Trus kalo terpilih lagi menjadi satu orang yang beruntung yang bakalan dibiayai ccie. Mimpi apa coba emaknya kalo dia bisa dapetin itu???? Itu bakalan mengubah hidup dia, hidup nyokapnya sekaligus jadi penyemangat buat adek-adeknya. Kalo pun enggak terpilih pun dia tetep bakalan dapet yang namanya ilmu serta sertifikat jncia, mtcna, dan mtcre. Itu sertifikat yang bisa dijadiin lampu hijau buat dia nyari kerja.
Andai sepupu gue itu bangun dari mimpinya dan enggak pernah berpikiran kalo dengan pendidikannya yang masih rendah dia bisa dapet kerja dan sudah bisa membiayai hidupnya pastilah dia enggak akan pernah ninggalin sekolahannya. Sekolah tinggi memang tidak akan menjadi tolak ukur yang pertama dia bakal sukses di dunia pekerjaan tapi setidaknya dengan ilmu, dia bakalan bisa mengubah mindset hidupnya tentang arti sebuah pendidikan. Jaman gini kalo mau dapet pekerjaan yang menjanjikan emang semuanya dengan pendidikan.
Kita emang enggak pernah nyari gelarnya. Mau s1 kek, s2 kek ataupun s3 sekalipun buat gue semua sama tapi yang bakal membedakan adalah seberapa banyak ilmu yang bakalan elo dapetin dari bangku pendidikan elo. Enggak peduli berapa nilai yang elo dapet apalagi kalo nilai tinggi yang elo dapet Cuma dari nyontek sama temen atau jiplak karya orang. Heloooooo??? Mau taro muka dimana lo, kalo dapet gelar s3 Cuma karena hasil keringat orang lain. Tapi guys, buka mata lebar-lebar, dengan pendidikan elo bisa membedakan banyak hal. Okee elo sekarang bisa dapet gaji satu juta dalam sebuln. Trus elo udah ngerasa bangga?? Sekarang nilai rupiah aja udah 11 ribu sekian. Kita enggak bakal tahu besok sebulan atau setahun lagi dimana posisi nilai rupiah kita. Kalo elo udah bangga dengan gaji segitu. Plissss, elo mending ke laut aja deh berenang sama ikan. Hidup elo bakal nothing.
Bukan karena gue berpikir hidup harus selalu tentang uang. Bukan guysss. Tapi elo emang tidur enggak pake uang? Elo mau tidur dimana kalo bukan punya rumah atau ngontrak? Itu enggak pake uang? Trus ya, elo mau wangi gimana kalo buat beli sabun sama odol aja besok bakal lebih mahal daripada makan elo sekarang? Aduh pliss deh. Buka mata elo lebar-lebar. Lihat ke sekeliling. Banyak orang yang sama tidak seberuntungnya sama elo tapi mereka adalah orang yang mau berjuang demi masa depannya. Daripada elo yang berhenti sekolah Cuma karena tergiur uang yang bakalan enggak ada harganya lagi suatu saat nanti.
Gue pernah inget ada yang pernah bilang kalo suatu saat nanti emas bahkan akan lebih murah daripada tanah. Elo tahu kenapa? Itu karena pertanahan atau lahan di dunia init uh makin sempit. Penuh sama rumah-rumah, bangunan tinggi menjulang nan megah dan berbagai bangunan lainnya. Sekarang aja di sekitar kostan gue, tiap tanah udah dibangun sama kost-kostan baru saking menjamurnya demam pembuatan kost-kostan untuk mahasiswa. Padahal ya guys, di sisi lain ada dampak buruk yang gue rasain. Kita semakin sulit mendapatkan air.
Nah loh, kalo elo Cuma mikirin uang aja sebelum elo pinter dalam berpikir dan mengolah otak elo. Plisss, mending berenang aja sama ikan di laut yang udha berkurang populasinya. Kali aja kan tanah bakalan longgar sedikit karena orang-orang kayak elo yang mikir begitu pada nyebur tuh nemenin hiu dan serdadunya. Huft, sepupu gueeeee. Andai dia adek gue udah gue maki-maki. Sayang gue Cuma bisa nasehatin dikit doang.
Buat elo guys yang punya sepupu dengan cirri-ciri yatim dari keluarga kurang mampu, tamatan minimal SMA dan ISLAM (sorry ya yang bukan dengan agama itu soalnya nanti diajarin ilmu agama islam sih kayak fiqih dll all about islam), gue kasih infony nih sebelum penutupan dan hanya akan dipilih 10 orang yang beruntung.
à> GRATIS......
program pendidikan 6 bulan belajar networking dari level dasar hingga expert
- kapasitas 10 orang.
- dari keluarga tidak mampu
- lebih diutamakan anak yatim
- menyukai jaringan computer
- usia maksimum 19th
- pendidikan minimal sma/smk

materi belajar networking
- cisco ccna, ccnp, ccie
- mikrotik mtcna, mtcre, mtcine
- juniper jncia, jncis, jncip
- wireless indoor & outdoor
- peralatan network super lengkap
- expert level trainer

Pengalaman
- dilibatkan projek networking dalam dan luar kota

kegiatan keagamaan
- mengikuti quran sunnah sesuai pemahaman para salafus shalih
- kajian rutin 2x dalam sminggu
- puasa senin kamis
- sholat 5 waktu berjamaah dimasjid
- Tahsin dan baca quran setiap hari
- setoran hafalan sminggu sekali
- tahajud & dhuha

olahraga
- beladiri muslim Thifan Po Khan
- menembak
- berenang
- futsal
- berkuda

setelah 6 bulan selesai akan diseleksi
- 5 orang terpilih akan dibiayai kuliah sampai lulus dan dapat bekerja diluar kuliah
- dari 5 orang tsb, 1 orang akan dibiayai ccie
- yang tidak terpilih sudah akan memiliki ilmu dan pengelaman yang matang ttg networking dan memiliki sertifikasi jncia, mtcna, mtcre, bisa digunakan untuk bekerja dan akan dicarikan pekerjaan.

berminat
1. buat tulisan berisikan
a.       uraikan dengan panjang mengenai kondisi keluarga (ayah, ibu serta saudara)
b.      uraikan dengan panjang mengenai target 2th dan 5th kedepan
c.       data diri (nama, alamat, fb, no hp, pendidikan, email dll)
d.      uraikan dengan panjang mengapa kami musti memilih anda
2. kirim ke email training@id-networkers.com dengan subject Pesantren Networkers 2014.
3. pendaftaran ditutup tanggal 1 Januari 2014


https://www.facebook.com/bhayangkara.putra/posts/10200927912620559 

you are the only one



                                          at iyka's wedding, kita kapan ya? haha...


Mendung bikin mellow ya. 
Gue bingung mau cerita apa di sini yang jelas gue kangen banget sama semua temen-temen SMP gue. Temen yang selalu ada di hati gue sebanyak apapun gue kini punya temen baru. Sumpah enggak ada yang bisa gantiin posisi kalian di hati gue. You are the only one in my heart. Kapan ya bisa kumpul bareng lagi? Gokil bareng? Nakal bareng?

Kalian pasti udah sukses ya di sana? Kayak Gebi yang sukses dengan dunia EO nya, Rahma yang sukses dengan organisasinya, Icha dengan semua kreatifitasnya, Esin dengan kelulusannya, temen gue Ira, Wardah dan Woro yang udah jadi mommy semua dan semua temen-temen gue yang gak bisa gue sebut satu persatu di sini. Gila, gue salut banget sama kalian. Gue masih gini-gini aja nih. Mau dong dipeluk kalian lagi. Mau dong dirangkul kalian lagi. Mau dong ketawa bareng. Andai gue gak terpisah jauh kayak gini. Pasti kita bisa kumpul terus ya.  

    foto waktu buka bareng di rumah gebi

Kapan ya terakhir kita ketemu? Kayaknya lebaran tahun ini gue gak ketemu kalian, lebaran tahun lalu juga gitu deh kalo gue enggak salah inget. Ya ampun gue gak mau lebaran besok gak ketemu kalian lagi. Ini kangennya udah numpuk banget sumpah. Udah overload malahan.

Gue inget banget waktu kita bareng-bareng kabur dari asrama buat ke mall doang ngilangin suntuk, gue inget banget waktu kita idem-diem kabur buat nonton pasar malem doang, gue inget banget waktu kita main basket bareng. Enggak ada yang bisa ngalahin kekecean angkatan kita. Enggak ada yang bisa ngalahin ketenaran kita dan keberanian kita. Partner in crime. Lo dimana semua? Gue kehilangan kabar kalian. Gue kangen kalian. Gue gak tahu lagi mau ngomong apa. Gue pengen bareng kalian lagi. Pengen balik ke masa SMP lagi.

    masih culun banget pas SMA

In december

Alone as usual

Seperti itulah kutuliskan status dalam media socialku. Aku sendiri. Tapi kali ini lebih terasa kalau aku terasingkan. Aku sudah kehilangan banyak hal. Kehilangan renyah tawa orang-orang yang kusebut teman. Aku kehilangan tangan yang dulu hangat padaku. Kehilangan semuanya. And now I’m alone.

Siapa bilang wanita itu pintar multitasking? Aku yang bakalan pertama kali berdiri di bagian depan kalo ada orang yang memaksa pada pendapat seperti itu. Aku tak merasakannya. Aku hanya bisa fokus pada suatu hal dan kehilangan banyak hal. Aku kehilangan renyah tawa teman-temanku ketika aku menyelamatkan tangan hangat itu tetap di dalam genggamanku. Kini mereka menjauh, lebih tepatnya sudah tak lagi serenyah dulu. Mungkin sudah melempem seperti astor di ruang dengan banyak udara.


Dulu kupikir aku akan tetap hangat di musim penghujan ini bersama tangan hangat itu. Tapi aku salah, tak selamanya dia hangat. Karena ia sudah terpengaruh dengan dinginnya malam. Hujan yang terus menyerbu bumi dengan serdadunya jelas membuatnya berubah. Ia berubah atau aku sendiri yang membuat perubahan itu. Entahlah. Aku semakin tak mengerti. Toh  bulan sabit itu telah menghilang tertutup awan gelap. Badai sebentar lagi kan datang. 

Jumat, 06 Desember 2013

enggak tahu mau ngasih judul apa

Di suatu malam gue pernah bertanya pada diri gue sendiri. Sebagai seorang wanita, pantaskah gue menjadi seorang istri dari calon suami gue nanti yang masih disimpan oleh tuhan?
Menurut dari ilmu yang pernah gue pelajari sih, setiap manusia memiliki pasangannya masing-masing. Ya, gue bakal berpasangan dengan lelaki yang pas suatu saat nanti. Menurut kata orang juga, wanita terlahir dari tulang rusuk pria. Lalu kalau jumlah wanita saja lebih banyak dari para pria. Bagaimana nasib ‘sisa’ wanita yang ada? Apakah mereka lahir begitu saja tanpa rangkaian susunan rusuk lainnya? Ataukah mereka lahir bersamaan namun sudah ditinggal terlebih dahulu menghadap tuhan? Ya keyless kasian bingittt
Entahlah. Agak bertanya sendiri sih dalam hati. Lantaran semakin hari jumlah wanita semakin banyak di sekeliling gue. Dari mulai beberapa kelas yang gue datengin di semester akhir ini, pembangunan kost yang mayoritas perempuan sampai kru radio di mana gue bekerja. Semua wanita dan minimum jumlah lelakinya.
So, gimana nasib para ‘sisa’ wanita lainnya? Hidup dengan ke”melasan”kah? Hidup dengan takdir tak bersuamikah? Atau malahan tuhan sudah merancang para wanita untuk berbagi suami dengan yang lainnya saking minimum? Emang mau elo dimadu???
Aduh, agak sulit menerka bagaimana tuhan menuliskan nasib seseorang. Tapi nih, masalah yang lebih pelik dari semua ini. Gue ngerasa kayak gak pantes aja punya seseorang yang bakalan hidup di samping gue selamanya. Bayangin ya boo, di umur gue yang udah 20an gue ngerasa masih aja kekanak-kanakan. Terlebih gue ngerasa setelah gue menjalin kisah kasih asmara. Hemmm.. jangan ditanya sifat yang dulu gue gak pernah ngerasa keluar semua di sana. Gimana gue yang terlalu lebay dan over childish. Deuh, gue sampe menyebutnya over. Entahlah, apakah ini dari pendapat orang atau tidak tapi yang jelas begitu sih yang gue pikir. Tapi sebenarnya emang gini gak sih cewek kalo di samping laki-laki? Minta diperhatiin mulu trus ngambek kalo enggak? Atau cuek-cuek aja elo mau ngapain kek yang penting kita udah punya status? Duh, apa sih sebenarnya? Jadi tambah ruwet deh.
Lalu dengan gue yang seperti ini, masih pantaskah gue mendapatkan lelaki yang baik. Enggak muluk-muluk sih gue. Yang penting bisa nerima sifat gue. Tapi emang ada ya??
Hemmm.. Cuma tuhan yang tahu.

Itu baru omongan seputar hubungan kearah yang lebih serius. Trus kalo udah nikah dan gue punya anak. Pantaskah gue menjadi seorang ibu? Ini yang berat. Dulu gue pernah berpikir, dengan pernikahan dan kelahiran seorang anak, lantas akan mengubah secara naluriah sifat seorang wanita soalnya dari yang gue lihat gitu broohhh. Tapi nih ya, ada sebuah pendapat yang bilang kalo di saat muda aja elo udah kekanak-kanakan, elo gak akan pernah jadi dewasa karena elo udah kebiasaan dengan sifat elo itu. Nah loh, jadi bingung kan gue. Terus gue harus percaya yang mana?
Dari beberapa yang mengalami sih gue melihat banyak banget perubahan yang terjadi di antara temen-temen gue yang udah dipanggil mommy sama anaknya. Mereka cuyyyy, jangan ditanya. Sabar masya allah. Keibuan tingkat tinggi meskipun keusilan beberapa temen gue yang udah mommy-mommy itu enggak pernah ilang. Tapi mereka berubah. Dan ketika ditanya bagaimana perubahan itu bisa terjadi. mereka pasti akan bilang kalo semua itu berubah secara naluriah begitu saja.
Sisi keibuan akan keluar seiringan dengan keluarnya bayi dari rahim seorang wnaita. So, bisa gak sih gue kayak gitu? Masih bertanya sih gue. Masalahnya pernikahan dan menjadi seorang ibu bukanlah permainan yang kalo kalah atau making mistakes bisa reply ke pertama kali permainan. Kalo elo udah kecebur di dunia pernikahan dan jadi seorang mommy, lo harus terima konsekuensinya apapun itu termasuk perubahan elo dalam sifat atau sifat elo yang ternyata gak berubah. Duh kok gue jadi serem ya bayanginnya.
Gue bisa kok berubah. Tapi percaya enggak elo ??
Hush, jangan percaya sama gue. Percaya sama tuhan aja , biar gak dibilang musrik haha..
Eh eh bentar-bentar. Emang ada ya yang bisa mengubah sifat? Bukannya yang bisa diubah Cuma sikap? Tuh kan tambah bingung aja kan gue. Jadi bisa gak sih perubahan wanita yang tadinya kekanak-kanakan menjadi dewasa saat mereka punya anak? Kemungkinan sih 50:50 ya. Ada yang bisa dan ada yang enggak. Kira-kira gue masuk dalam golongan yang mana ya? Gak bisa golput juga sih hahaha…


Senin, 30 September 2013

Hey Nadia

Haiii nadia..
Aku masih ingat percakapan kita beberapa hari yang lalu. Percakapan yang membahas antara aku dan dirinya. Makasih ya nad, udah memuji hubungan kami. Makasih juga udah merasa iri.
Mungkin di mata kamu hubungan kami baik-baik saja. Kamu salah nad. Kami selalu menemukan jalan buntu. Aku. Aku yang membuat jalannya terlihat buntu.
Kamu tahu mungkin hari ini semuanya sudah berakhir. Benar-benar berakhir. Hubungan yang membuatmu iri. Hubungan yang bikin kamu berpikir bahwa hubungan yang kamu punya jauh lebih buruk daripada milikku.
Kamu salah nad. Hubungan kamu jauh lebih baik dari milikku. Aku sudah mengakhirinya hari ini.
Aku selalu membesar-besarkan masalah kecil. Dan dia mungkin lelah. Oh tidak tidak. Aku yang lelah. Ya begitulah dia mengatakannya padaku. Aku bahkan gk tahu nad apa aku lelah atau tidak. Yang jelas kata-katanya hari ini bikin aku mematahkan begitu saa cita-cita kami yang kuceritakan padamu. Oh nadia, semoga kamu bukanlah aku. Wanita yang dengan gampang menyerah pada keadaan.
Tahu gak, dia bahkan meragukanku untuk mempertahankan hubungan kami jika berlanjut serius. Bagiku itu sebuah kutukan. Mungkin aku tidak akan menikah nad. Atau pernikahanku akan berantakan gara-gara ulahku sendiri.

Nad bersyukurlah atas apa yang kau miliki. Aku selalu menuntut. Aku jarang bersyukur dan di sinilah aku. Aku udah jatuh nad. Aku udah tersungkur. Aku gak bisa bangkit lagi. Aku malu ketemu kamu nad. Mungkin aku gk akan ketemu kamu lg nad. Makasih ya atas pertemanan singkatnya. 

Senin, 16 September 2013

cuma niat yang bisa melangkahkan kaki

Heloooooo semuaa..
Wah udah lama banget gak cerita tentang pengalaman ngebolang. Nah, berhubung baru aja weekend kemarin tepatnya di tanggal 13-15 september 2013 mengembara di alam. Boleh deh kali ini, aku berbagi cerita tentang bertarung di alam *bukan pendekar kok cuma perebut hati kamu aja #mulai gk fokus. Oke, balik ke topik awal. Weekend kemarin, aku sama mamas mengembara gunung pertengahan a.k.a gunung lawu yang posisinya emang pas banget di tengah-tengah antara jawa tengah dan jawa timur. Actually, planning awal kami itu mau mengembara di gunung tertinggi di jawa tengah alias gunung slamet. Emang dasarnya belom jodoh kali ya sama gunung yang satu itu, rencana kami akhirnya bubar gitu aja karena temen mamas gak ngasih kabar juga beberapa hari sebelum keberangkatan. And then you know what, he sent photo in facebook pertanda dy lagi jalan-jalan kesana. Damn it!

Well, baiklah itu orang emang gk kece banget pergi diem-diem gitu. Berhubung udah ngebet banget naik gunung, mendaftarlah kami ke pendakian massal yang diadakan oleh kompas undip. Dan jumat malam aku udah menggigil kedinginan di beskem cemoro kandang gunung lawu. Fyi, gunung lawu punya tiga beskem jalur pendakian. Cemoro kandang di daerah kabupaten karang anyar jawa tengah, cemoro sewu di daerah kabupaten magetan jawa timur dan candi cetho melewati kompleks situs candi cetho. It’s not first time buat daki gunung yang satu ini. Ini kali kedua setelah pendakian 3 tahun lalu dan itu adalah pendakian pertama aku. Beda jalur sih, dulu naiknya lewat cemoro sewu dan turun di jalur yang sama tapi kali ini semua perjalanan akan dilalui di cemoro kandang dan berakhir di cemoro sewu. Terakhir hiking itu akhir tahun lalu dan jarang olahraga bisa dipastikan gimana kondisi tubuh. Berangkat dari semarang jam setengah 6 hampir jam 6 malah *lupa sih tepatnya dan baru sampe beskem jam kira-kira setengah 10-10an lah. Tumpuk-tumpukan dalam truk yang Cuma diisi manusia setengah dari muatan truk pasir karena setengahnya lagi diisi sama carrier dan beberapa ransel yang ditumpuk jadi satu di pojokan.

Makan malem udah, kenalan sama peserta dan panitia udah. Tepat jam 12an kami memutuskan untuk tidur di slaah satu warung makan di depan beskem. Bisa dibayangkan, gimana angin dengan nakalnya bisa bermain-main mengganggu tidur kalian karna itu warung Cuma ketutup atapnya doang sedangkan kanan kiri depan belakang gak ketutup sama sekali. Si mamas dengan tenangnya tidur pake nyanyi segala alias ngorok sedangkan aku gk bisa tidur saking menggigil hebat. Besoknya start hiking jam setengah 8 pagi setelah sarapan, packing dan pembagian kelompok. Kondisi tracking lumayan lah selingan antara bonus dan nanjak. Dari beskem ke pos 1 sampe pos 2 masing-masing bisa dilalui selama 1,5 jam jadi 3 jam udah stay di pos 2. Nah yang paling jauh itu pas jalan dari pos 2 ke pos 3. Berhubung kami masuk di kelompok 6 alias kelompok terakhir dan di pos 2 kita ketemu sama kelompok 2 yang tiap kelompok punya jarak 10 menit. Akhirnya kami harus menunggu mereka jalan terlebih dahulu. Untuk mencapai pos 3 kami menghabiskan waktu dari jam 12 sampe jam setengah 4. Trackingnya bisa milih, mau jalur muterin bukit tapi landai atau tracking vertical cukup mengurak tenaga tapi mempercepat waktu. Aku sih milih yang pertama aja, hemat energy yang udah sekarat. Sesekali brenti, muka udah gk karuan, hati apalagi. Hampir hopeless liat bukitnya gk kelar juga udah diputerin berkali-kali. Ngisi tenaga akhirnya istirahat bentar buat makan kiwi. Deuh nikmat banget makan kiwi di gunung lawu gini.

Dari semua orang kamilah orang terakhir yang baru sampe di pos 3. Hahha, santai aja guysss. Gak usah buru-buru tenaga udah abis soalnya. Istirahat lagi di pos 3, solat jamak dzuhur ma ashar trus ngemil dikit sama packing ulang. Berangkat lagi jadi kloter terakhir kembali. Awalnya sih seneng liat track masih sama setidaknya udah belajar di perjalanan sebelumnya. Eh saya tertipu. Track kali ini bebatuan. So rocky, men!!! kepleset dikit nyawa kalian ilang. #maap agak lebay tapi itu yang aku rasain saat itu #mental udah down banget #kali ini udah hopeless #nahan kesel sama diri sendiri. Untung mamas sabar banget nunggu aku. Thanks mamasss :* sekali lagi deh :* hehehe…

Baru napak di pos 4 pas banget jam 6. Udah mulai gelap. Ketemu sama dua orang anak oxygen undip yang bikin api unggun di tengah-tengah lapangan depan shelter 4. Karena udah pengen banget masuk tenda, kita gk lama brenti di pos 4. Katanya sih deket, yaudah deh jalan aja ikutin petunjuk. Makin jauh dari pos 4 makin absurd banget jalannya. Udah gelap, dingin mampus, gak ada yg ngerti jalan, dan pikiran udah negative semua. Gunung lawu yang dikabarin banyak mitosnya bikin aku sama mamas saling nyimpen ketakutan masing-masing. Coba teriak minta tolong gak ada yang jawab juga. Hampir mau mutusin buat bikin tenda aja di jalan saking gak punya semangat lagi. Tapi aku putusin buat mikir positif lagi. Teriak lagi cari pencerahan. Ada yang jawab boooo… seneng banget. Berarti udah deket. Trus aku teriak lagi untuk memastikan. Dan hening. Mampussss….

Gak tau siapa yang jawab tadi. Yang penting keputusan terakhir adalah cepet-cepet cari warungnya mbok yem. Cari jejak kaki dan ada juga jejak kaki yang bisa dilihat. Baiklah, kita gak nyasar dan gak diputer-puterin sama siapapun itu haha #efek halusinasi gila. Thanks God, ada stiker acara yang jatuh di jalan dan makin semangat juga buat jalan. Setelah satu jam menggila di jalan, mikir buruk, hopeless gk karuan. Kita sampe juga di warung mbok yem. Warung mbok yem udah gk berbentuk warung lagi melainkan penampungan teri yang abis dijemur. Dan penuh sesak. So lucky we are, kami bawa tenda dan langsung diriin tenda. Masuk dan gak berani keluar lagi. Even buat masak pun diputuskan untuk di dalem tenda karena makan yang disediain panitia masih mengular antriannya sedangkan kami udah lapar pake bangettt. Gak lama makannya, Cuma sebentar dan langsung berkemul dengan tenda. Sialan, aku kira dengan rasa lelah yang menggantung di pundak aku bakal cepat tertidur lelap. Yang ada aku Cuma kayak jagain tenda. Menggigil hebat lagi dan si mamas dengan antengnya tidur. Bisa-bisanya itu orang tidur. Agak pagi buta kebelet pipis pula. Nyoba tidur biar gak kerasa malah gak bisa. Setengah jam nahan tete kerasa. Finally, mamas harus dibangunin buat nemenin pipis. Itung-itung jagain pintulah takut ada yang datang trus asal buka gitu aja. Gk segampang yang aku pikirin. Mamas lama banget nolaknya sampe akhirnya dia kasian liat aku yang melas dan sedikit kesel dengan penolakannya. Abis pipis 15 menit baru bisa tidur yang benar-benar tidur tapi Cuma sebentar karena abis itu semua pada berisik mau liat sunrise. Helloooo, I want to sleep and don’t disturb me please. Aku makin menggerutu. Bodo amatlah sama suara rese itu yang penting lanjut tidur. Jam 6 bener-bener bangun dan masak buat sarapan. Semua orang sih asik-asik aja tinggal pesen mbok yem, tapi kita keukeuh buat masak secara udah beli lauk sehat sayur dan daging. Orang-orang pada ngejar puncak, kami sih nyantai ajalah sarapan. Gak ada niatan sih kalo aku buat ke puncak secara udah pernah tapi ternyata si mamas pengen banget dan gak akan naik kalo aku gak naik. Jadi gak enak deh, akhirnya nyeret-nyeret nih badan juga buat naik. Napas aku mamen gak ada. Abis… macam apa pula ini. Si mamas nih udah disuruh naik sendiri aja malah ngambek. Yaudah deh, tu si mamas harus lebih sabar lagi ngadepin aku jalan yang lamanyooooo. Maap yak mamasss *piss

Puncak yeaayyyyy. Finally, ini badan mau dibawa muncak juga dan poto-poto.  Gaya udah kece, persiapan kaca mata juga siap jepret jepret tambah oke deh. Cuma setengah jam dan turun lagi buat pulang. Kali ini milih kelompok pertama. Udah konstan di kelompok satu. Eh di tengah perjalan kebelet pipis lagi dan harus tertinggal sama kelompok. Tapi masih bisa menyeimbangi. Naik payah turun keceeee. Sampe dibilang sama mas ivan sang mantan ketua, naik paling terakhir turun malah paling duluan hahahaha…


You know what, we just spent 4 hours include took a rest half a hour. Mantabbbb… good job baby. Gak banyak acara abis itu. Cuma makan, solat, nyemil bakso penthol kuwah #gitu tulisan di gerobaknya. Dan jalan kaki melintasi beda provinsijawa timur ke jawa tengah buat kumpul. Hahahaha, santai mamen itu deket kok dari cemoro sewu ke cemoro kandang secara kumpul laginya di cemoro kandang. Ada pembagian doorprize juga dan jam 7 baru cuss pulang dan sampe semarang lagi jam setengah 12 malem. Thanks buat pengalamannya semua orang yang ikut gabung, thanks buat panitia thanks buat peserta semua dan juga thanks buat mamas yang malem itu juga harus pulang ke peraduannya di ujung jawa sana.