Tampilkan postingan dengan label kamu lagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamu lagi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2011

selamanya salah..

aku salah mengartikan segalanya.
dari awal cinta menguat, aku telah salah mengambil keputusan bahwa dia yang kukira mencintaiku selama ini tak pernah ada perasaan.
B.O.D.O.H !!

aku tak mau larut terlampau jauh.
aku tak mau mempermainkan perasaanku sendiri.
aku harus berhenti sekarang atau sakit selamanya.
dan inilah keputusan terakhirku.
aku akan mengakhiri perasaan ini.
mencoba menetralisir kembali.
dan menganggap dia sama dengan temanku yang lain.
tak ada yang berbeda.
munafik jika aku mengatakan ini pilihan yang mudah.
sudah kukatakan aku tak gampang mencintai dan melupakan orang lain.
tapi aku harus berhenti mencintainya karena aku telah melakukan kesalahan dengan berkata secara tegas bahwa dia memiliki perasaan yang sama denganku.
aku tak ingin menyakiti diriku sendiri terlebih saat-saat aku menemuinya adalah saat yang tak tepat.
bagiku semua sudah jelas.
aku dan dia tak pernah bisa bersatu.
dan aku harus berhenti sekarang.

Kamis, 10 November 2011

respon pembimbing satu

"dia seperti aku 4 tahun yang lalu. dingin, cuek, dan tanpa respon. hanya wanita yang punya aksilah yang mampu menaklukan hatinya. satu-satunya jalan untuk mengetahui dia seperti apa dan bagaimana perasaanya denganmu hanya dengan sebuah tindakan. tindakan menyatakan cinta itu."

aku sama sekali tak dapat melakukannya, sanggahku.

"hanya ada dua pilihan katakan sekarang atau menunggunya. tapi kalo melihat dia yang seperti itu dan kamu tang tak mau memulainya, aku rasa kalian tidak akan pernah bersama sampai kiamat datang menyapa. aku pikir dia bukan yang terbaik untuk kamu. dia tipikal lelaki manja, cemen dan lelaki seperti itu yang kamu cintai?"



 "tak ingatkah kamu bahwa nanti dia kelak yang akan menjadi imammu?? perluaslah pertemananmu dengan lelaki lain. kelak kamu akan dapatkan yang lebih baik dari dirinya."


Rabu, 09 November 2011

The Absurd

ya tuhan, semua semakin jelas.
cinta yang kusembunyikan semakin jelas di mata orang-orang.
bahkan saat ku merasa tak melakukan apapun, mereka mengerti ada cinta dalam mataku.
tak hanya itu, mereka juga merasa dia memiliki perasaan yang sama pula terhadapku. 
cinta bisu, tanpa suara dan kata-kata.
hanya masing-masing hati yang mengetahui apa yang tengah terjadi.
sungguh aku tak bisa.
aku tak bisa berada dalam keadaan seperti ini.
karena cinta kita absurd.
hanya sebuah ilusi dan bayangan.
yang tak tahu kapan jelasnya.
(30102011)

sehari sebelum ultah matrapala setelah sesi curhat menunggu redanya badai ditemani secercah cahaya lilin.

semua bosan.

ya, semua bosan dengan ceritaku tentang kamu.

tentang perasaan kita.
perasaan yang bahkan aku sendiri tidak tahu sampai dimana ujungnya.
dan kini aku merasa sendiri.
tak ada yang mampu menenangkan diriku lagi

di kegalauan tak berujung

01112011

kamu tahu?
siapa orang yang mengingatkan aku untuk selalu menulis dan membaca selain dosenku paling pintar sedunia, bu mastuti, ???

Ya dia itu adalah kamu. gak ada yang ingetin aku hal semacam itu, cuma kamu doang. Dan rasanya aku seperti terketuk untuk terus menekuninya. Tapi yang menjadi sebuah pertanyaan dalam benakku. 

Bagaimana kamu bisa mengatakan aku sudah jarang membaca dan menulis?? Sedangkan kamu tidak pernah tahu kegiatan aku belakangan ini. (kecuali kalo kamu buka blog aku :D)

Kamu tahu? Aku tak pernah  sekali pun berhenti meninggalkan menulis. Menulis apa saja yang ada dalam benakku. Termasuk menuliskan namamu di hatiku setiap harinya. Menceritakan kisah yang membuat aku sedih dan senang tak karuan karena kamu seorang.

Berlebihankah ini??
Entahlah !!
Tapi aku senang kamu bisa menjadi pengingatku. Padahal aku sama sekali tak memintanya dan kamu lakukan itu.
Terima kasih
:*

Tersipu Malu

aku tergagap melihatmu ada di sana. aku sudah mengira kamu pasti datang dalam acara archidipala tapi jantungku berdebar melihat sosokmu ada di sana. awalnya aku ingin menjauhimu. tak ingin melihatmu. tapi tak kupungkiri, aku selalu mencari sosokmu jika tak terlihat dalam sudut ekor mataku. di akhir pamitku, aku memberanikan diri menjabat tanganmu yang seperti menjegal langkahku.

kamu tersenyum dan saat itu juga aku seperti melihatmu di awal cintaku tumbuh. kamu menahan tanganku seperti tak ingin aku pergi. dan aku hanya membalas senyummu.

sungguh, benciku hilang saat itu juga. kini kumengerti, cintamu dan aku semakin menyatu tanpa ucapan. hanya tatapan dan senyuman. dan semua itu menghapus keraguanku.

semoga semua benar !!!

(16102011)

Senin, 07 November 2011

bimbang

di kala aku harus memilih dan menentukan
apakah akan pergi jauh dan mengubur semua impian tentang kamu atau menyatakan perasaanku dan mengkhianati prinsip hidupku selama ini yang jelas-jelas sangat tidak mungkin??

yang kutemui adalah kebimbangan karena dengan memilih salah satunya dapat membunuh jiwaku sendiri.

aku tak mungkin melakukan keduanya. aku tak mungkin meninggalkan dirimu secepat ini dengan memori indah yang pernah terukir selama masa perkenalan kita dan aku juga tak bisa mengkhianati prinsipku sendiri.

hingga akhirnya aku putuskan untuk mengulur hatimu. perlahan-lahan meninggalkan kamu. akan seperti apa reaksimu nanti. kalau kamu masih saja diam tanpa kata (D'massive banget) mungkin aku harus rela memilih meninggalkan cinta ini.

menatap lembaran baru yang lebih cerah dan mungkin lebih menjanjikan.

Minggu, 06 November 2011

belajar ikhlas

jajanan pasar keabisan, muter-muter cari penggantinya sampe mau ditabrak mobil, nahan laper gara-gara abis puasa gk langsung makan cuma minum doang, sampe kue tart kecil yang niatnya mw dikasih 3 jadi 2 gara-gara rusak, tapi yang aku lihat tanggapan kamu hanya seperti itu. hanya sekilas tanpa ada obrolan lainnya.

dan temanku seperti melihat pemandangan baru. "baru kali ini ketemu orang kayak gitu, ajaib dan aneh", ujarnya. aku hanya bisa melengos. sudah biasa menghadapi dia yang seperti itu. dia yang bersikap sangat biasa tanpa respon dan aku tak mampu berkutik. hanya diam membisu menyembunyikan rasa kecewa itu dalam-dalam.

siapa yang tak kecewa dengan respon yang seperti itu??
walau aku tahu niat awalku berubah drastis karena takdir berkata lain. 8 klepon, 8 serabi dan 8 onde-onde kesukaannya yang sudah siap aku bayar dengan uang simpananku lenyap begitu saja. 

aku mencoba ikhlas walau aku masih memaksa untuk mendapatkan pengganti yang sama. hingga akhirnya aku putuskan untuk mengganti kue tart kecil berjumlah 3 sesuai dengan ketiga macam kue yang sudah kurencanakan. tak berhenti sampai di situ saja, satu kue rusak dalam perjalanan. dan aku kembali harus mengikhlaskan untuk memberikannya hanya 2 kue. dan apa yang aku dapat? hanya adegan memberikan kue. hanya ituu !!!!! tanpa obrolan lima menit bahkan 2 menit pun rasanya tak ada. usahaku hanya dibalas itu...

dan aku kembali harus belajar ikhlas. ikhlas menerima respon dia.

Sabtu, 05 November 2011

04102011

Aku mengalami kejenuhan yang amat sangat..
Kejenuhan menunggu orang yang kusayangi..

Tak ada perkembangan, tak ada berita dan tak jua ada kabar..
Seperti tak mengenal dan aku mulai membenci keadaan ini..
Keadaan dimana aku tak bisa berontak dengan hatiku sendiri..
Dan itu sangat menyakitkan..

Aku belajar bersabar..
Namun aku jatuh juga dalam keputusasaan yang mendera..
Ini bukan diriku yang sebenarnya..
Aku tak bisa mengeksplor sifatku sendiri..
Aku hanya terkungkung pada sesuatu yang tak kusukai tapi memaksa suka..
Semua berasal karena kebodohan yang aku buat sendiri..
Kebodohan mencintai seseorang yang mungkin tak pernah mencintaiku..

Dan sakit itu kembali terulang..
Dalam tangis yang tak dapat kudengar..
Dalam lara yang menekan batinku..
Dalam jiwa yang kembali terjatuh di lubang yang sama..

04072011

jujur aku merasa tidak enak pertama kali mengirimkan pesan itu padamu
Kamu menjawabnya dengan ringan tapi aku tak tahu pasti apakah ringannya bahasa balasanmu seringan hatimu meminjamkan tenda yang sama sekali belum pernah kamu pakai
Tapi sungguh aku merasa senang di kala kamu membantu aku dalam kebingungan yang sangat untuk memenuhi peralatan menggapai mimpiku
Mimpi yang telah terpendam selama bertahun-tahun itu, mimpi Soe Hok-gie di akhir hayatnya
Kamu terlalu baik kepadaku, aku bahkan seperti tak mampu membalas kebaikanmu kecuali mencintaimu sepenuh hatiku
Aku khawatir kamu menganggapku hanya memanfaatkanmu saja
Tidak, tidak seperti itu
Sungguh !!
Aku hanya tidak tahu ingin meminta tolong kepada siapa lagi kecuali kamu seorang
Aku telah berusaha untuk tidak terlalu bergantung kepadamu
Tapi entah mengapa rasanya sulit
Dan sampai kini aku masih terus bergantung padamu
Selalu ada saja moment di mana kamu, aku butuhkan
Dan aku tak bisa menyangkalnya…


04072011

Aku suka sekali di kala kamu terdiam tak bisa menjawab pertanyaanku yang menjebak

Sebenarnya ingin sekali-kali kamu menjawab itu semua

Namun pasti semua itu akan membuka jati diri kamu yang sebenarnya

Kamu terlalu introvert

Aku ingin mengetahui semua tentang kamu tapi kamu selalu pintar menyembunyikan segalanya demi kebaikan kamu sendiri

Padahal tak mengapa kamu buka sekali-kali jati diri kamu

Bukan keuntungan untukku saja tetapi untuk keuntungan dirimu juga

Sayang, kamu terlalu bersikap berhati-hati dan terlalu pemikir

Sangat bertentangan denganku

Kita memiliki perbedaan yang begitu mencolok tapi itu yang membuatku tak bisa melupakanmu

Selalu ada namamu dalam setiap perjalanan hidupku bahkan di kala aku terjebak dengan pikiran liarku sendiri.

Sabtu, 04 Juni 2011

Dia yang berbeda

aku menemukannya dalam ribuan teman yang ku punya di dunia maya. Kami memiliki kesukaan yang sedikit banyak sama walaupun tidak dalam hal makanan. dia tidak menyukai sayuran yang aku suka. tapi buatku itu tidak pernah menjadi masalah dalam pertemanan kami.

Bagiku setiap orang itu berbeda termasuk juga dia tapi perbedaan itu semakin terasa mencolok ketika ketikan demi ketikan chat yang ia kirimkan sampai di ruang mayaku. Dia berbeda, bukan seseorang yang mampu kudekati dengan baik dan bukan orang yang mampu kujauhi dengan baik pula. Sebagai orang yang easy going menurut temanku, aku tidaklah pernah sulit mengkondisikan diriku di dalam pertemanan baru tapi tidak dengannya. sulit ya sangat sulit membuat ia bercerita siapa dirinya, bagaimana keluarganya, dan semua mengenai pribadinya. Dia hanya mampu bercerita lancar mengenai organisasi yang dicintainya. Yang berkembang di jalur yang sam-sama aku suka pula.

Setelah sedikit banyak aku mengetahui dirinya, dia ternyata bukanlah manusia yang sama sifatnya dengan diriku. dia adalah seorang yang introvert. tidak mampu berkata,tidak mampu terbuka bahkan kepada keluarganya sendiri. sungguh aku akan tersiksa jika menjadi dirinya. sebenarnya dia juga merasa seperti itu tapi apa daya ia tak mampu menjadi yang lain. tak mampu...

dia berbeda dan aku seperti terseok dalam permainan hidupnya. mencoba menggali lebih dalam kepribadiannya namun aku semakin terkukung dan tidak bisa lepas di kala aku ingin keluar dari semua ini.

dia menjauh, entahlah tapi pikiranku tentangnya tak pernah menjauh selalu bersama dirinya yang aku kenang dalam setiap pertemuanku di malam hari di depan pagar kostku.

suatu hari kita berada di suatu acara yang sama, aku memanggilnya tapi tak pernah ia menolehkan pandangannya ke arahku. sakitt...

aku coba berpikir positif, mungkin dia tidak mendengarnya, gumamku dalam hati. tapi hingga akhir acara dan ia melihatku. hanya tolehan sejenak lalu sibuk berbincang dengan kawan sepermainannya. huhuhuu....

mungkin aku salah?tapi salah apa??tak ada yg tahu akan jawabannya kecuali dia semata.

aku ingin melepaskan bayangannya dalam ingatanku tapi apa daya mimpi-mimpi tentangnya malah semakin menari nari dalam malamku yang sunyi. bayangan dirinya di depan pagar tampak semakin jelas dan harum parfumnya kutemui di setiap sudut kamarku.

aku tak bisa melepaskannya dalam kegelisahan yang semakin mendera. dia tidak pernah tahu atau mungkin tak mau tahu. entahlah..

dia sungguh berbeda...

Kamis, 02 Juni 2011

pulau sempu----seribu cinta untukmu

berawal dari sebuah pesan di situs jejaring sosial Facebook. seorang yang tak pernah kukenal mengirim pesan berisi ucapan terimakasih karena aku telah meng-add dia menjadi temannya. jujur pada saat itu aku heran. pasalnya, aku adalah orang yang paling malas menambah teman yang tidak aku kenal. aku terus bertanya-tanya dan mulai membuka profilenya. pada saat itu dia memasang foto yang berlatar belakang sebuah gunung. aku sangat ingin mengembara gunung-gunung sehingga rasa penasaranku semakin membesar. aku lihat foto di albumnya dan terkejutlah aku kala aku melihat dia dan teman-temannya berfoto di sebuah pos bertulisakan Ranu pane. sebuah pos menuju gunung semeru. gunung yang aku dambakan setelah membaca novel 5cm. thanks to dony yang udah bikin aku jadi tergila-gila dengan semeru. penjabaranmu tentang gunung semeru di novelmu begitu memukau. kembali ke cerita awal, aku lalu memberikan comment semua foto-fotonya dan tak disangka pada saat itu dia juga sedang online. lalu berlangsunglah sebuah percakapan panjang mengenai beberapa hal. dari mulai pengenalan diri, hobi, hingga tempat-tempat menarik yang wajib dikunjungi. dengan iseng aku katakan jikalau dia ingin pergi ke tempat menyenangkan itu. ajak lah aku untuk ikut serta. hari-hari lalu kujalani seperti biasanya.
Dan dia mengatakan akan mengunjungi sebuah pulau di selatan kota Malang. Kala itu aku bimbang akan ikut serta atau tidak. Pikiran aneh mulai menyelimuti diriku tentang dirinya. Perkenalan yang begitu singkat.
Hari-hari kujalani seperti biasanya. Namun aku masih penasaran dengan sosok dirinya, teman facebook-ku. Dua hari kemudian kubuka facebook-ku dan menemukan sebuah pesan dari dirinya. Dia menanyakan kesungguhanku untuk ikut serta dalam perjalanannya nanti ke pulau tersebut. Entah dirasuki cenayang dari mana aku mengiyakan pertanyaannya. Setelah membalas pesannya dengan menuliskan nomor ponselku serta agar lebih mudah memberikan info selanjutnya, aku kembali diterkan rasa kebingungan yang amat dalam. Akan pergi bersama siapakah aku nanti?? Setidaknya aku harus memiliki teman yang mampu kuajak berbincang dan telah mengenalku lebih lama kalau-kalau aku hanya menjadi obat nyamuk saja. Ku ajaklah ka Retno, teman SMP kakaku dulu yang kebetulan satu kost denganku. Awalnya dia menolak ajakanku karena aku pergi bersama orang yang belum pernah kukenal sebelumnya. Tapi aku tak penah kehilangan akalku, ku suruhlah dia untuk membuka terlebih dahulu foto-foto pulau sempu yang telah banyak beredar di dunia internet. Setelah melihatnya, kulihat rasa menggebu-gebu untuk menginjakkan kakinya di pasir putih tersebut ada pada wajahnya. Ia pun mengangguk tanpa keraguan. Syukurlah… ucapku dalam hati.
Waktu terus berjalan dan perjalanan menuju pulau sempu semakin dekat untuk dihadapi. Aku pun menuruti setiap perintahnya untuk memnuhi daftar barang yang perlu kubawa nanti. Dikarenakan aku tidak memiliki tas ransel yang cukup kuat untuk menampung barang-barangku selama 5hari 4 malam, dia berjanji meminjamkan aku tas ransel. Awalnya kukira ia hanya membual semata karena 2 hari sebelum hari H dia tak juga ada kabarnya. Rasa penasaranku semakin membuncah dan kutanyakan kesungguhannya kembali 1hari sebelum hari H. dan ia berkata akan mengantarkan tasnya esok hari saja karena hari telah larut dan ia tadi ketiduran. Aku menolak dan meminta ia mengantarkannya hari ini saja karena aku tak suka mengundur waktu packing. Sesampainya ia di café tempat ka Retno bekerja, aku memperhatikan dirinya dengan seksama. Tak ada tampang seram atau jahat yang kubayangkan, yang ada hanya wajah bulat dengan rambut keriting ikal serta tubuh sedikit gempal. Kini aku mulai sedikit mampu bernafas lega walaupun aku tahu aku tak boleh menghilangkan rasa waspada sedikit saja oleh orang yang tak kukenali.
Esoknya, aku sempatkan diriku untuk mengikuti satu mata kuliah saja sebelum aku membolos untuk beberapa hari ke depan. Semua persiapan sudah selesai, tinggal keberangkatan saja. Jantungku kembali berdegup kencang. Ini kali pertama aku melakukan perjalanan keluar kota dengan orang yang tak kukenali serta ke tempat yang juga asing bagiku. Aku berdoa dalam panikku dan mencoba mengatur nafas sedemikian hingga aku kembali menangkap ketenangan dalam langkahku. Perjalanan pun kembali dimulai dari café tempat ka Retno bekerja. Di sana kami dijemput untuk kembali berkumpul dengan orang-orang yang akan melakukan perjalanan tersebut. Perjalanan dimulai pukul 9 dari stasiun Poncol. Aku, ka Retno, Sunu, mas Pringgo dan mbak Tika.