Sabtu, 04 Juni 2011

sampai jumpa di kehidupan yang baru...

pepatah bilang "selalu ada perpisahan dalam sebuah pertemuan".
ya aku tidak pernah memungkiri hal itu dan akan munafik jadinya kalau aku memungkirinya. tak ada sebuah kata pertemuan jika tidak dibarengi dengan perpisahan dan aku telah mengalaminya berkali-kali. ketika harus berpisah dengan teman SD, lalu SMP, SMA dan teman-teman lainnya yang kutemui di mana pun aku melangkah

pantaskah kau pergi di saat acara yang kubuat belum terlaksanakan??pantaskah kau lari dan tak menoleh di saat aku ingin mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam atas semua bantuan moril dan segudang ilmu yang kau punya demi kelancaran acara ini??

bukan aku tak memahami keadaanmu, bukan aku tak memahami keseriusanmu dalam menjalani hidup baru, bukan..bukan karena itu. tapi lebih kepada aku ingin ini menjadi momen terakhir kebersamaan keluarga baruku bersamamu. tempat yang telah kujadikan kedua di hatiku setelah keluargaku sendiri.

rasanya baru sedikit ilmu yang mampu kuserap dari dalamnya ilmu yang kau punya. aku malu, sungguh malu rasanya ketika aku harus terus-terusan bergantung padamu. bertanya ini itu layaknya manusia bodoh tak memiliki otak, aku malu ketika harus mengeluarkan jurus memelasku di depanmu agar kau mau membantuku. tapi semua itu bukan tanpa alasan sedikitpun. semua itu beralasan. sangat malah...

kamu lebih kupercayai, lebih mampu memahami, dan lebih dalam ilmu serta tak mahal memberi. aku tidak ingin membandingkan dirimu dengan yang lainnya. aku tahu semua memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing dan itulah kelebihan yang kamu miliki yang selalu mampu membuatku menjadi lebih dewasa serta tegar menghadapi semua ini.

jujur saja aku sudah kagum padamu sebelum aku mengetahui dirimu yang sesungguhnya. aku mampu membaca kemurahan hatimu tapi sayang aku baru lebih mengenalmu tak lebih dari 4 bulan sebelum perpisahan ini.

huft, aku selalu menyerah pada takdir. kali ini aku tidak ingin memaksakan diriku untuk meminta kehadiranmu di acara pertamaku. tapi harapan itu masih ada. karena aku rasanya masih berhutang banyak padamu. hutang yang tak mampu aku bayar dalam bentuk uang.bukan karena terlalu banyak hutang itu tapi karena terlalu besar nilainya hingga milyaran rupiah pun tak mampu menggantikannya.

sampai jumpa di kehidupan yang akan datang dimana kita memiliki cerita-cerita baru yang lebih banyak sehingga aku tak pernah bosan mendengar ceritamu walau terkadang dirimu berusaha lucu malah menjadi jayus.

*cepet sembuh ya mas, jauhkan dirimu dari barang yang tak berguna itu. sudah ku bilang tak pernah ada baiknya kau menghisap barang itu. hanya merusak kehidupanmu dan masa depanmu. selamat berjuang dalam pertempuran yang sebenarnya..:))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mampir yuk..
kasih komen, saran, kritik, atau makanan juga boleh
^.^