Selasa, 08 Januari 2013

Trust Me


Jangan khawatir sayang. Aku di sini baik-baik saja dan pertapaanku tidak akan membuat hubungan kita berubah. Masih akan sama seperti sebelum malam itu. Aku hanya ingin sendiri. Hanya ingin berpikir dengan kepala dingin tanpa menyalahkan siapa pun.
Tak ada yang salah dalam hubungan kita. Aku hanya ingin mencerna kata-katamu dengan bijak. Bukankah memang tidak ada yang mengkhianati satu sama lain? Itu hanya permasalahan masa lalu bukan? Aku percaya kamu seutuhnya. Kamu tidak akan menyakitiku.
Enggak munafik. Aku cemburu sama wanita itu. Cemburu sama pesan singkat kamu yang intens. Hemm.. mungkin benar kamu lupa menghentikan pesan yang kamu sudah rancang secara otomatis dikirim tiap malam pada saat itu. Tapi bukankah semestinya kamu menghindari hal-hal yang seperti ini sebelum hubungan ini resmi. Kamu seperti tidak ada respectnya sama sekali sama aku. Huft
Ya, mungkin benar kamu lupa. Manusia tempat salah dan lupa bukan? Aku hanya.. Huft, maafkan aku..
Aku juga wanita biasa yang tak bisa menerima kehadiran orang lain di  dalam hubungan kita. Aku begitu percaya denganmu. Semua tanggapan miring tentang kamu, tentang hubungan jarak jauh kita, selalu aku tepis. Lalu bagaimana cara aku menepisnya kalau ini yang terjadi. Plis, jangan pernah merusak kepercayaanku
Stoppp it Dilaaaaa...
Bukankah aku tidak ingin menyalahkan siapapun di awal tulisan ini. Maaf aku tidak fokus.
Aku amat mencintaimu, sayang. Itu kenapa aku ingin bertapa sehari saja untuk menenangkan emosi yang membara ini. Aku takut kalau berbicara malah salah. Plis, hargai keputusanku. Jaga kesehatanmu baik-baik ya. Aku enggak mau denger kabar buruk karena ini. Miss you, honey

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mampir yuk..
kasih komen, saran, kritik, atau makanan juga boleh
^.^