Minggu, 24 Juni 2012

Teruntuk Kamu, Mantan Abangku

 

Dear ex-abang..

Jujur mantan adekmu bingung saat ini, bang. Mau mengutuk, mencaci, marah ataupun kesal sendiri. Lo tahu kenapa mantan abangku?

Karena sekarang di tempat yang berbeda, di waktu yang berbeda pula, seorang laki-laki dengan santai menyebut dirinya abang dan memanggil gue dengan sebutan adek. Hal yang sama yang pernah abang lakukan beberapa tahun silam.

Lo tahu kan kenapa gue malah bereaksi marah dan ingin mengutuk diri sendiri. Karena mantan adekmu ini berkali-kali bilang enggak ada yang namanya abang-adek dalam sebuah pertemanan. Pasti ada rasa yang tersimpan di antara keduanya. Dan kini hal yang dulu mantan adekmu sesali ketika mengenali abang kembali terulang. Pertemanan gue dengan laki-laki itu semakin erat dengan panggilan adek-abang.

Lo masih inget kan? Gue dulu pas suka sama elo gara-gara apa?!

Gara-gara panggilan itu. Gue menyangka panggilan itu istimewa dan gue menyiram terus benih yang tersebar dalam hubungan kita. Hingga pada akhirnya bunga itu layu sebelum berkembang.

Lo gak pernah punya rasa sama gue. Dan gue benci akan hal itu.


Kenapa bisa gue salah sangka? Kenapa bisa gue saat itu mengira elo sama sukanya kayak perasaan gue ke lo? Gue selalu tanya sama lo mantan abangku hingga akhirnya gue menyerah dan berusaha melupakan tunas cinta di hati gue. Sulit sekali rasanya dan hanya selang setahun aja gue melupakan lo, gue malah melakukan kesalahan itu lagi. 

Kejadian itu terulang lagi. Kejadian menyakitkan itu walau tak separah dahulu.

Gue langsung inget lo bang. Inget orang yang pernah gue sayangi selama tiga tahun dan sulit sekali tergantikannya. Kenapa lo kirimin kloningan itu ke kehidupan gue lagi?

Apa enggak cukup sayatan yang udah lo kasih di hati gue?? Jujur luka itu tak pernah hilang mantan abangku. Dan bisa menganga kapanpun disentuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mampir yuk..
kasih komen, saran, kritik, atau makanan juga boleh
^.^