Rabu, 27 Februari 2013

ketika amarahku tak terkendali


Sudah lama ketenangan menyelimuti hari-hariku. Memandang pagi dengan senyum terindah yang kupunya. Menggenggam hujan yang kubenci sekaligus kucinta. Berjalan di atas duri pun kunikmati. Itu semua karena ingin semua ketenangan itu terus berada dalam kabut hariku bersamamu. Tak kupedulikan jarak membentang hebat di antara kita. Dengan kekuatan yang kupunya, kutekan semua rindu yang terus menggebu dan menyayat jiwa ini. Tapi hari ini, semua terbalik dari biasanya.
Jangan membangunkan singa yang tertidur. Dan itu kau lakukan padaku. Hanya dua kata saja “suka bohong”, kata-kata yang sangat memuakan buatku. Aku benci sekali. Amarahku meledak di pagi yang tersenyum indah padaku. Tak ada lagi senyum terindahku untuk pagi ini. Aku benci hari ini. Aku benci pagi ini. Aku benci udara segar pagi ini. Semua seperti membakar diriku. Amarahku begitu hebat. Tak mampu kutahan.
Sudah berkali-kali kukatakan bahwa aku paling tidak suka dibilang pembohong. Dalam konteks apapun itu, becanda maupun serius. Karena aku berusaha sekali tak melakukannya hanya kepadamu. Tak mengapa kau katakan aku nakal, aku sulit dinasihati. Yang terpenting, aku berusaha jujur bahwa seperti inilah aku apa adanya. Tapi dengan gurauan khasmu, dengan sangat lantang dan lepas kau katakan dua kata –kata yang paling kubenci itu.
Seketika kurasakan matahari jauh lebih sejuk daripada jiwaku. Jiwaku terbakar oleh amarahku sendiri. Amarah yang tak mampu kutahan.
Aku benci tak dipercaya karena akan terlalu sia-sia jika kuberkata jujur namun kau mengira yang lainnya. Perlukah aku berubah menjadi pembohong speerti apa yang kau kira??
Kalau itu yang kau mau, akan kulakukan mulai saat ini juga !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mampir yuk..
kasih komen, saran, kritik, atau makanan juga boleh
^.^